Sejarah Desa Wisata Gerduren

Kepala Desa Gerduren Bambang Suharsono dalam acara penilaian desa wisata kabupaten Banyumas tahun 2020 di aula pendopo balai desa Gerduren

 

Sejarah Panjang Desa Wisata Gerduren

Berawal dari sebuah inisiatif masyarakat dan kepala Desa gerduren Bambang Suharsono pada tahun 2018 tentang perintisan desa wisata gerduren.
Atas dasar inisiatif itu,kepala desa gerduren melakukan temu dan rembug warga untuk menggagas sebuah perencanaan desa wisata.
Dari beberapa hasil yang didapatkan dari pertemuan dan rembug warga itu tersusun sebuah rekomendasi jangka panjang yang akan dilakukan oleh pemerintahan desa gerduren dan masyarakat.
Dasar-dasar hasil itu nantinya akan menjadi sebuah pedoman perencanaan dan aksi yang tertuang dalam sebuah rekomendasi pengembangan desa wisata gerduren.

Ada beberapa hasil yang didapat dalam temu dan rembug warga itu =
1. Dilakukan kerja bakti dan penataan secara berkala untuk akses wisata
2. Disusunnya skala prioritas pengembangan
3. Membentuk sebuah kelompok Sadar Wisata atau pokdarwis
4. Membuat sebuah siteplan dan masterplan
5. Membuat rencana tata ruang dan tata wilayah pengembangan destinasi wisata
6. Sosialisasi dan aksi berkelanjutan.

Dari semua hasil yg didapatkan itu menjadi sebuah rekomendasi untuk mengembangkan wisata di desa gerduren. Atas beberapa kajian yg dilakukan maka ditentukan bahwa pertapan menjadi salah satu objek wisata di desa gerduren dengan merumuskan sebuah perencanaan jangka panjang.

Ada beberapa hasil kajian pengembangan wisata yang akan dikembangkan =
1. wisata budaya berupa lengger dan kesenian lainnya
2. wisata religi pengembangan di pertapan – lemajang – ragantali – sumur guwa – teja maya dan lainnya
3. wisata alam di pertapan
4. wisata buatan berupa galeri lengger – pertanian – kerajinan dari besi-kerajinan dari kayu-kerajinan dari bambu-kerajinan dari sampah dan kain perca.

Setelah hasil-hasil pertemuan dan rembug warga itu , pada tanggal 6 september 2018 diadakan rembug warga lanjutan untuk membentuk sebuah kelompok sadar wisata yang secara tugas pokok dan fungsi mengembangkan semua wisata yg akan dikembangkan di desa gerduren .
Tertanggal 7 september 2018 resmi di desa gerduren terbentuk sebuah kelompok sadar wisata dengan nama pesona gerduren.

Langkah cepat diambil oleh pokdarwis pesona gerduren dengan melakukan rapat koordinasi untuk melakukan mapping potensi untuk pengembangan wisata di desa gerduren. Hasil mapping potensi itu menghasilkan kesimpulan bahwa wisata yang akan dikembangkan di desa gerduren berupa wisata kolaborasi antara wisata budaya – alam – buatan. Pertapan ditentukan menjadi daerah pengembangan wisata yg ada di desa gerduren.
Rencana aksi dilakukan oleh pokdarwis pesona gerduren dengan melakukan kerjasama dan kegiatan-kegiatan penguatan organisasi maupun objek wisata pertapan .
Di pertengahan tahun 2019 pertapan mulai di tata untuk dijadikan menjadi tempat wisata di desa gerduren. Mulai saat itu juga penataan demi penataan dilakukan oleh pemerintahan desa gerduren dan pokdarwis pesona gerduren.

Hari ini kita bisa menyaksikan bagaimana wisata pertapan berjalan dengan segala kisah perjuangan panjang para pegiat wisata di desa gerduren. Hari ini kita bisa menyaksikan sebuah sejarah panjang bagaimana wisata pertapan terbangun dengan segala perjuangan yang sudah terlampaui.
Tinta emas sudah ditorehkan oleh pemerintahan desa gerduren, pokdarwis pesona gerduren dan masyarakat desa gerduren bahwa di desa gerduren terbangun sebuah tempat wisata yang diinisiasi oleh masyarakat desa gerduren.
Sebuah perjalan panjang ini tidak mungkin akan sempurna seratus persen, kesempurnaan itu akan terjadi ketika kita para pegiat wisata khususnya di desa gerduren menjaga dan mengembangkan wisata yang ada di desa gerduren demi anak cucu kita hari ini dan di waktu yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *