Sejarah Budaya Desa Gerduren Untuk Kaum Millenial

Sejarah Desa Dalam Perspektif Kaum Muda

Sebagai masyarakat yang menghargai nilai-nilai kebudayaan, setidaknya kebudayaan dijadikan sebagai acuan dalam membentuk suatu tatanan masyarakat yang memahami warisan leluhur baik dari sisi kebiasaan maupun tata aturan dalam kehidupan bermasyarakat. Karena kebudayaan adalah sistem nilai dan sistem simbol dan mudah sekali terancam perubahan karena mobilitas sosial. Seni tradisi merupakan ekspresi cipta, karya, dan karsa manusia dalam kaitannya dengan budaya yang dibentuk dalam suatu tatanan masyarakat.
Penerapan yang obyektif lebih memberikan masukan dan edukasi pada generasi muda khususnya , Sangatlah tepat jika direalisasikan dalam bentuk bangunan sebagai mediator dan konservasi budaya yang mulai terkikis dengan adanya modernisasi sekarang ini.
Pemerintahan Desa gerduren ingin mempertahankan sisi nilai dan tradisi masyarakat melalui sebuah perancangan museum budaya dan pertanian yang bertujuan sebagai bentuk mempertahankan nilai sejarah kepada generasi sekarang ini. Seperti yang diungkapan oleh Kepala Desa Gerduren Bapak Bambang Suharsono kamis, 25 Maret 2020 di sela-sela acara monitoring penanganan pencegahan virus corona atau covid 19 di lokasi wisata pertapan gerduren, ” sejarah itu adalah identitas dan jati diri masyarakat, masyarakat yang beradab tidak mungkin akan meninggalkan sebuah cerita yang terangkum dalam jilidan sejarah. Sejarah harus tetap hidup dan lestari sehingga pemerintahan desa gerduren menyikapinya dengan salah satunya membuat sebuah museum lengger dan museum pertanian. Dua hal tersebut merupakan budaya nenek moyang masyarakat gerduren yang harus tetap dipertahankan sampai hari ini “.

Perancangan Museum Budaya lengger dan pertanian dimaksudkan sebagai mediator dan wadah edukasi generasi muda untuk melestarikan kebudayaan yang mulai luntur akibat pengaruh kuat kebudayaan dari luar.

” Museum ini adalah tempat yang nantinya digunakan sebagai media memamerkan karya dan budaya dalam bentuk dan penataan secara estetis. Museum lengger dan pertanian ini bukan saja digunakan sebagai pusat hiburan melainkan sebagai pengembang wawasan dan edukasi setiap masyarakat gerduren terutama generasi mudanya. Museum ini nantinya digunakan sebagai pusat edukasi dan konservasi.
Museum lengger dan pertanian direncanakan akan menampilkan benda-benda koleksi peninggalan lengger dan pertanian terutama dari segi visual sebagai mediator dari Peralatan dalam seni budaya lengger maupun pertanian di desa gerduren sebagai contoh peninggalan lengger mulai dari gamelan, pakaian penari lengger dan lainnya, sedangkan pertanian lebih ke penekanan budaya bercocok tanam masyarakat gerduren tempo dulu sampai peralatan yang dipakai seperti ani-ani, caping, perkakas makan ke sawah dan alat lainnya, imbuh Bapak Bambang Suharsono “.

Hal senada juga disampaikan oleh Ari. Menurut Ari ” kita para generasi memang mengakui keterbatasan oengetahuan tentang sejarah desa gerduren. Langkah pemerintahan desa gerduren sangatlah tepat dan baik sekali ketika hari ini mengetengahkan kembali sejarah peradaban masyarakat gerduren”.

Pemerintahan Desa Gerduren sendiri sudah membuat rencana kerja maupun rencana aksi dalam mewujudkan perencanaan pembuat museum lengger dan museum pertanian ini. Langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah desa gerduren ini akan melibatkan semua lembaga maupun komunitas yang ada di desa gerduren. Baik dalam pembuatan bangunan museum lengger dan pertanian, Mengumpulkan benda peninggalan lengger dan pertanian masyarakat gerduren dari jaman dulu sampai sekarang, Mengumpulkan kesaksian baik berbentuk audio maupun visual dari para pelaku sejarah lengger dan pertanian, Mengupayakan museum yang lengkap dalam hal estetika maupun benda peninggalannya.

Sistem kolektif dan kebersamaan dari mulai perencanaan sampai pada tahap pengimplementasian pembuatan museum lengger dan pertanian yang dilakukan oleh Pemerintah desa Gerduren ini sangat positif sekali yang nantinya berimbas pada rasa memiliki dari semua pihak terhadap keberadaan museum ini.

 

” pemerintahan desa gerduren “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *