Pertapan kenangan indah

Tak harus berkumpul di sudut gemerlapnya lampu metropolis, tak harus membunyikan klakson mobil mewah mu bahkan menyemprotkan aroma wangian parfum branded untuk menunjukan kelas sosial mu setelah lama tak jumpa.
Cukup kau datang ke bawah rindangnya pohon diatas rerumputan hijau,duduk bersama kita diatas tikar yg sudah kelihatan pudar warnanya sambil bersenda gurau menikmati indahnya malam diiringi suara jangkrik dan kesunyian,

Cukup disini menikmati suasana hanya dengan berlampukan sentir lengo potro,hanya dengan cemilan dan kacang yg kita beli dari nenek-nenek yg dagang di pinggir jalan ketika ada hajatan atau kegiatan desa.
Cukup duduk disini kita mengenang masa kecil kita di gerduren, cukup disini kita tertawa riang lepas dan gembira disertai guyonan ringan di sela cengkrama kita.
Banyak cerita tersaji disini kawan di pertapan, di kali tajum, di sumur guwa, di ragantali, di lemajang.

Masih ingatkah kamu kawan ketika musim jangkrik mulai datang, kita mencari di tengah malam sambil membawa obor menerabas kesunyian dan padang ilalang.
Masih ingatkah kawan ketika di suatu pagi ketika kita bersepeda dan kamu terpeleset di jalanan yg masih becek sampai baju mu berlumpur.
Kawan, kamu harus datang dan duduk bercengkrama di pertapan untuk mengenang masa indah itu, masa yg jauh dari hal hedonisme.

Kawan,ku tunggu kamu di lebaran tahun ini .nanti kita kenang masa indah itu di pertapan gerduren,kita kenang rangkaian cerita masa kecil kita dengan ditemani secangkir kopi, sepiring mendoan dan sepiring gedang goreng, semangkuk mie ayam,
Kalo kurang lagi ditambah sepiring pecel dan gado-gado.

Kawan, semoga kita selalu diberi kesehatan sehingga bisa berjumpa kembali.

 

 

” sang gembala “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *